Open top menu
Selasa, 08 November 2016
Selasa, 09 Agustus 2016
Kampanye Gerakan Literasi di Car Free Day

Kampanye Gerakan Literasi di Car Free Day yang dikemas melalui tema 1000 mata mamuju membaca menjadi perhatian Unik, Pasalnya 2 Unit Mobil Perpustakaan Keliling langsung diserbu sekitar 600 orang dari berbagai lapisan Masyarakat, ada Dari Pelajar Tingkat SD, SMP/Sederajad, dan SMA Sederajad. Selain itu Perwakilan dari Lebaga Kemahasiswaan BEM Stikes Andini Persada Mamuju.

Koordinator Gerakan Membaca. Bathola Syamsuddin Mengatakan " Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampanye membaca 15 Menit Setiap Hari Baik dikantor, Dirumah, Disekolah maupun ditempat Tongkrongan. Materi Bacaan berupa ArtikelArtikel baik melaui Buku, Ebook, Media Cetak, Elektronik maupun dari Media Visual lainnya.

Kegiatan ini didukung oleh BPJS Kesehatan Mamuju, PT. Taspen dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamuju dan Perpustakaan Prov Sulawesi barat
Cek Dokumentasinya dibawah ini...



Read more
Senin, 25 Juli 2016
TASPEN, BPJS,IDAI,1000 Guru SULBAR di CFD Mamuju



Pelaksanaan Car Free Day mamuju 24 Juli 2016 dimeriahkan dengan Beberapa Partisipan Diantaranya

PT Taspen yng memberikan Bantuan Sarana Car Free Day Mamuju, IDAI senam Sehat, BPJS Kesehatan Sosialisasi Keluhan Pelanggan dan Komunitas 1000 Guru Sulbar melakukan Kegiatan Sosial Berupa Cek Up Kesehatan Gratis dll..

Selengkapnya
Read more
Sabtu, 23 Juli 2016
TASPEN dan IDI Senam Bersama di CFD

Halo... 
Car Free Day Minggu Ini tanggal 24 Juli 2016 Akan diadakan Serah Terima Bantuan PT Taspen berupa Sarana Car Free Day Ke pemerintah Kabupaten Mamuju.Selain itu akan diadakan Senam Sehat..
Pihak Partisipan yang Telah Teregistrasi adlah Dari PT. Taspen. Ikatan Dokter Indonesia, Komunitas Relawan DKP Rangers,BPJS Kesehatan
Ayo Ramaikan...


Read more
Selasa, 19 Juli 2016
PT Taspen Mamuju Berikan Bantuan Car Free Day



PT Taspen Cabang Mamuju akan memberikan Bantuan Infrastruktur Car Free Day Berupa 10 Unit Tempat Sampah, 10 Unit Road Barrier dan 15 Unit Traffic Cone. Pelaksanaan Kegiatan Serah terima Bantuan akan dihadiri Oleh Bupati Kabupaten Mamuju Drs. H. Habsi Wahid, MM.

Kegiatan ini akan dilaksanakan Pada Hari Minggu, Tanggal 24 Juli 2016 Pukul 06.00 Wita dan dirangkaiakan dengan Senam Bersama...

Ayo Ramaikan Car Free Day

Read more
Selasa, 05 Juli 2016
Happy Eid Mubarak 1 Syawal 1437 H



Keluarga Besar lapak instiutute ( Penyelenggara Car Free Day Mamuju ) mengucapkan 
Happy Eid Mubarak 1 Syawal 1437 H
Minal Aidzin Walfaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Mari Sucikan Hati Bersihkan Jiwa Menuju Kemenangan
Read more
Jumat, 10 Juni 2016
JADIKAN BUMI MANAKARRA SEBAGAI KOTA DKP






Masalah sampah sudah menjadi trending topik yang familiar yang sering dibicarakan oleh orang orang direpublik ini karena, begitu besarnya dampak negatif yang ditimbulkan serta jumlahnya yang selalu meningkat dari hari kehari membuat planet ini dihitari sampah yang tak terhingga jumlahnya, ini menjadikan kita terasa tidak nyaman lagi untuk tinggal. terlebih lagi soal sampah plastik yang memang membuat planet ini menderita karena sifatnya yang susah untuk larut/terurai butuh waktu 100-1000 tahun untuk terurai, mencemari air, tanah, udara, manusia, hewan, tumbuhan serta membantu pemanasan global dan sedikitnya yang bisa didaur ulang.

Tapi yg terjadi hari ini hanya sedikit dari mereka yg betul betul sadar yang mau berbuat untuk bagaimana sampah ini ditangani dengan sebaik baiknya. padahal kita ketahui bahwa problem ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk bagaimana kita menjadikan bumi ini tidak tercemari oleh sampah yang merusak lingkungan.

melihat bumi manakarra kita juga prihatin dengan kondisinya yang setiap kali datang musim penghujan selalu banjir akibat tumpukan sampah plastik yang tertampung dan menyumbat saluran pembuangan seperti got/parit. selain itu tingkat penggunaan kantong plastik dikota ini terbilang sangat tinggi, bayangkan saja peredaran sampah plastik yang menyebar tiap harinya itu mencapai 100 kubik sehingga membuat kota ini darurat sampah.

olehnya itu melihat fenomena ini mari jadikan bumi manakarra ini sebagai kota diet kantong plastik untuk mengurangi peredaran sampah plastik. kita harus sadar hari ini untuk berbuat dan menangani sampah plastik ini dengan sebaik baiknya. cranya bagaimana,....? yaitu dengan mengurangi jumlah penggunaan kantong plastik dengan kata lain menggunakan kantong plasti dengan bijak.
Read more
Minggu, 05 Juni 2016
PEMBERITAHUAN ; Ramadhan CFD di Liburkan


kepada seluruh komunitas disampaikan bahwa Car Free day Mamuju yang dilaksanakan secara reguler setiap hari minggu akan diliburkan selama bulan ramadhan. terhitung mulai tanggal 12 Juni sampai dengan 10 July 2016 Car Free day akan diliburkan.

CFD Akan dimulai kembali pada tanggal 17 July 2016 dengan Tema CFD Hari lahir Mamuju

demikian Informasi ini diberitahukan


Tertanda


BATHOLA SYAMSUDDIN
Presiden Lapak INstitute
Read more
Kamis, 02 Juni 2016
MONSTER PLASTIK KAGETKAN PENGUNJUNG CFD


Dua  Minggu belakangan ini (22,29/05) peserta Car Free day mamuju dikagetkan  kemunculan Monster, Namun Monster itu tak seperti di Film Keluarga ataupun di film Super hero, Monster itu adalah Monster Plastik.

Monster Plastik adalah bagian dari Kegiatan HeadBag Mob dalam mengkampanyekan diet kantong plastic di kabupaten mamuju. Kegiatan ini dilaksanakan Oleh Komunitas Lapak Institute.

Senam berjalan sekitar 10 Menit, dua Monster Plastik Muncul secara tiba tiba dan melebur masuk kebarisan senam, dan berjalan menuju instruktur senam,  tiba tiba dalam sekejap 120 Orang secara bersamaan memakai Topeng dilengkapi dengan poster berbagai tulisan dan mengikuti Sang Monster, Sontak peserta senam kaget. Sampai sampai Satpol PP yang bertugas menjadi Kaget juga.

Koordinator Project,  Agus mengatakan  “ Konsep Headbag Mob memang  seperti itu,  dibuat secara tiba tiba seakan akan tidak terorganisir untuk membuat kesan kepada pengunjung  dan peserta senam, agar mereka penasaran”.

“Konsep ini berhasil menjadi perhatian seluruh pengunjung Car Free day sehingga target kampanye kami tersampaikan dengan sangat baik dan kami masih punya beberapa konsep lanjutan seperti Coro’ binti bintingan ( Rampok kantong Plastik Red )“Tambah Agus.

Setelah merasa puas berkeliling di Areal CFD, Komunitas LI menuju backdrop dan menggalang dukungan pengunjung untuk melakukan penandatanganan Petisi diet kantong Plastik, menulis statemen dan ditutup dengan memungut sampah dan Berfoto bersama.


Read more
Selasa, 26 April 2016
Venue Map Car Free Day Mamuju 2016

Disampaikan Kepada seluruh Pihak yang Berminat melaksanaka Kegiatan di Lokasi CFD Mamuju agar memperhatikan Venue Map di Bawah ini.. Sekaligus Bagi seluruh Masyarakat untuk tertib memarkir kendaraannya di Lokasi yang telah disediakan Oleh Pihak Dishub Mamuju.

Ayo Berakhir pekan dengan berolahraga di Mamuju Car Free day

Terimakasih

Read more
Senin, 25 April 2016
Sound System Tidak Ada warga Tetap Antusias

Walaupun Pelaksanaan Car Free Day Mamuju Tanggal 24 April Kemarin tidak jadi senam, karena petugas sound system dari Kominfo  Lagi sakit tetapi  warga tetap antusias berolahraga di car free day mamuju..

Beberapa Pihak Partisipasipan yang turut di Car Free day Salah satunya adalah Pihak Dari BNNP Sulawesi Barat yang melakukan sosialisasi dan Deklarasi Peran Terhadap Narkoba.. selain itu ada juga komunitas Pelajar yang beraksi memungut sampah sebagai bagian wujud gerakan mamuju mapaccing






Read more
Kamis, 13 Agustus 2015
"BUMN  meriahkan HUT RI di CFD MAmuju

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hadir untuk negeri menjadi `tag line` gabungan perusahaan negara dalam memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

"RNI mendapatkan mandat dari Kementerian untuk `BUMN Hadir untuk Negeri` di mamuju yang acaranya mulai 16 -17 Agustus 2015," kata Bathola Syamsuddin.

Menurut dia, dalam rangkaian kegiatan itu Pihak BUMN menggandeng Lapak Institute Atau Penyelenggara Car Free Day Mamuju untuk menyelenggarakan Jalan Sehat sepanjang 4,5 Km pada Tanggal 16 Agustus 2015. Pukul 06.00 di Pantai Manakarra.

Setelah itu, dapat menikmati aneka kuliner dari pedagang kaki lima secara Gratis yang berjumlah sekitar 3.000 orang. Hal ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya memberdayakan usaha kecil mikro yang ada di Sulawesi Barat.

Kemudian, Ada Games diantaranya : Lomba Lari Kelereng, Lomba Makan Kerupuk, Lomba topi Pancing, Lomba memecahkan Balon, Lomba memasukkan Paku dalam Botol yang tentunya akan mendapatkan Hadiah menarik yang telah disediakan Oleh Pihak BUMN.
Diperkirakan Jumlah Peserta Car Free Day kali ini akan membludak diperkirakan mencapai 3.000 sampai 4.000 Orang
Bagi Peserta/ Masyarakat yang akan berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak dipungut Biaya dan Peserta yang datang tepat waktu akan mendapatkan Kaos Gratis walaupun Jumlahnya terbatas sebanyak 2.500 Pcs” Tutup Bathola

Read more
Kamis, 23 Juli 2015
LAUNCHING RT RW NET  DENGAN AKSES GRATIS

Dalam waktu dekat Tim Kreatif Lapak Institute akan mengadakan Launching Internet RT RW yang akan memberikan Akses Internet Gratis yang sasaran Penggunanya dikalangan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa. Semoga Saja Mendapatkan dukungan dari Berbagai Pihak

Setiap User akan diberikan fasilitas Internet Gratis 5 Jam Perhari Sehingga diharapkan Mahasiswa / Pelajar dapat menggunakan Media akses Internet dengan Kecepatan Tinggi..



Gambar Antar Muka Login 




Read more
Jumat, 27 Juli 2012
Silahkan berkelahi

Kita harus bicara tentang petani yang tidak memiliki tanah sebab penguasaanya telah dimonopoli oleh pejabat, perusahaan, kaum feodalis atau pejabat pengusaha sekaligus feodalis, hanya dengan bermodal kecakapan administrasi. Kita harus bicara tentang pemberantasan buta huruf yang salah sasaran, sebab yang buta huruf justru mereka yang hendak memberantas. Kita harus bicara tentang kepala dinas yang suka makan kertas, pukat, pupuk, aspal, tanah, jalan, semen, batu, paku, kopiah haji bahkan tidak jarang makan masjid, gereja dan minum bensin.

Kita harus bicara tentang orang miskin yang ditolak rumah sakit karena tidak memiliki surat keterangan miskin. Kita harus bicara tentang kebudayaan yang diterlantarkan. Kita harus bicara tentang agama yang dibajak. Kita harus bicara tentang pendidikan yang dengan gegabah diidentikkan dengan sekolah. Kita harus bicara tentang kesenian yang tak pernah mendapat ruang. Kita harus bicara tentang hukum yang seharusnya buta warna tapi justru diwarnai seenak perut penguasa. Kita harus bicara tentang penguasa yang memposisikan kepala desa sebagai hamba atau kepala desa yang menggantungkan hidupnya tidak kepada Tuhan melainkan pada penguasa. Kita harus bicara tentang aparat TNI/Polri yang tidak mampu membedakan mana stabilitas negara dan mana stabilitas penguasa. Kita harus bicarakan sendiri, tuntutan-tuntutan politik, ekonomi, budaya, sosial dan persoalan-persoalan kita... Silahkan Curhat di sini 

Read more
Senin, 13 Februari 2012
no image


Rencana mega proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama, menemui kendala. Para pemuda Kecamatan kalumpang Bonehau menyatakan menolak pembangunan PLTA tersebut.


Menurut  Ketua Kesatuan Aksi Pemuda, Pelajar Mahasiswa Mamuju Timur (KAPPM-MT), Anugrah Siarra', pemerintah mesti mempertimbangkan matang-matang sebelum melaksanakan proyek tersebut. Apalagi, kata Anugrah, akan merelokasi warga setempat.


"Saya bersama teman-teman yang berasal dari Kecamatan Bonehau menyatakan menolak rencana pemerintah yang akan merelokasi permukiman warga hanya untuk pembangunan PLTA," katanya, Jumat, 23 Desember.


Menurut dia, sikap penolakan terhadap pembangunan PLTA Karama itu bukan hanya muncul dari  kalangan pemuda saja, melainkan segenap warga di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kalumpang dan Bonehau. "Penyataan penolakan itu sudah disampaikan saat pertemuan yang telah digelar di Kalumpang,” katanya.


Anugrah mengatakan, sebenarnya mereka tidak mau menghambat program pemerintah tersebut. Hanya saja perlu ada rasionalisasi. Menurutnya, sangat tidak rasional apabila warga Kalumpang dan Bonehau itu harus direlokasi hanya karena pembangunan PLTA.

"Perlu digarisbawahi, ini bukan persoalan besaran ganti rugi lahan sehingga kami menolak. Tapi permukiman tersebut merupakan warisan dari leluhur kami. Tentunya ada beragam nilai-nilai budaya yang harus kami pertahankan dan lestarikan. Bukan untuk diobrak-abrik," tegasnya.

Menurut pengamat lingkungan, Muhammad Ridwan Alimuddin, sungai Karama berbeda dengan sungai Kuning yang ada di China. Dia mengatakan, sungai Kuning sering menyebabkan banjir sehingga butuh energi untuk pembangunannya. "Di Sulbar kasusnya beda. Jika sungai Karama dibendung, pasti akan berdampak negatif pada kawasan mulai dari pertanian sampai sumber daya air," kata Ridwan. (far/ars)
Read more
Rabu, 19 Oktober 2011
no image

Potensi di Papua hanya (dapat) dibatasi oleh imajinasi—James Moffet pemilik Freeport. 11 Oktober 2011, tak kurang 200-an orang melakukan aksi solidaritas terhadap pemogokan buruh PT.Freeport Indonesia (PT. FI): memprotes intimidasi perusahaan terhadap serikat pekerja PT. FI dan menuntut Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), Timur Pradopo, Kapolda Papua dan Kapolres Timika, bertanggung jawab atas penembakan dan represi terhadap aksi buruh-buruh PT. FI dan masyarakat adat sekitar penambangan Freeport, pada tanggal 10 Oktober 2011. Aksi didukung oleh sekitar 25 organisasi serikat buruh, mahasiswa, LSM, pemuda dan kaum miskin, di Jakarta. Pada pemogokan tertanggal 10 Oktober tersebut, Petrus Ayamseba tewas, dan 8 buruh lainnya menderita luka-luka akibat serangan polisi di terminal Gorong-gorong, Timika, Papua. Dan hingga tulisan ini selesai, aksi tidak berhenti, bahkan jenazah Petrus, menurut aktivis HAM dan anti korupsi Papua, Dorus Wakum, belum akan dimakamkan hingga PT. FI bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Di Jakarta, aksi solidaritas kembali digalang pada 13 Oktober 2011, oleh beberapa serikat pekerja arus besar, seperti Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Aksi solidaritas juga digalang di Jayapura, Mojokerto, Jawa Timur, dan Yogyakarta, oleh beberapa elemen-elemen serikat buruh dan pergerakan rakyat. Keputusan untuk meneruskan mogok oleh buruh-buruh PT. FI, dan solidaritas dari masyarakat adat 7 suku di sekitar Freeport, adalah tindakan luar biasa. Ditengah berbagai intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap para pimpinan pemogokan, ancaman terhadap serikat pekerja PT. FI, ancaman terhadap keluarga para buruh yang terlibat mogok, hingga peluru tajam yang tak sungkan-sungkan diarahkan aparat pada para pemogok, perjuangan ini adalah perjuangan hidup dan mati. Memiskinkan rakyat, merusak alam Sudah satu bulan 8000-an buruh-buruh PT. FI, dari keseluruhan 23.000 orang, melakukan mogok kerja hingga tuntutan normatif mereka dipenuhi perusahaan. Kebebasan berserikat, perbaikan kondisi kerja, penghapusan diskriminasi hak dan fasilitas antara pekerja asli Papua dan asing, serta kenaikan upah, adalah hak-hak normatif yang sedang diperjuangkan hidup mati saat ini. Kenaikan upah dari $AS1.5 per jam menjadi $AS12 per jam adalah tuntutan yang tak seberapa, di tengah fakta bahwa buruh-buruh PT. Freeport Indonesia mendapatkan upah terendah dari seluruh buruh-buruh Freeport di dunia yang berupah antara A$S30-50/jamnya. Padahal, PT. FI adalah perusahaan emas terbesar dan terpenting di dunia, serta penyumbang keuntungan paling besar bagi induk perusahaan Freeport McMoran, serta pembayar pajak terbesar milyaran dollar pertahun bagi pemerintah Indonesia. Pemogokan terus direncanakan berlangsung hingga 15 November 2011 mendatang. Dalam orasinya pada aksi solidaritas 11 Oktober 2011, Budi Wardoyo, juru bicara Partai Pembebasan Rakyat, mengatakan bahwa kenaikan upah tersebut, sudah diturunkan lebih setengah dari tuntutan awal sebesar maksimum $43 dan minimum $17.5 perjam. Namun perusahaan hanya menawarkan kenaikan sebesar 25% dari upah awal, yang tentu saja ditolak oleh para buruh. Penolakan ini tidak main-main, karena hasil kerja 23.000 buruh PT. FI adalah penyumbang 95% dari keseluruhan produksi emas Freeport McMoran, termasuk prosentase yang signifikan terhadap produksi tembaga. Menurut NASDAQ, Freeport telah memanen keuntungan luar biasa besar dari murahnya upah buruh di penambangan Papua Barat, membuat marjin keuntungan perusahaan mencapai 60 persen di tahun lalu. Belum lagi jika profit ditambahkan dari peningkatan harga emas belakangan ini (New Mathilda). Tambang Grasberg Freeport di Papua Barat memiliki cadangan emas satu-satunya yang terbesar di dunia, dan cadangan tembaga terbesar yang pernah ditemukan (Al Jazeera). Namun, sejak dihadiahkan izin operasi oleh diktator Soeharto dari tahun 1967, dengan pembaharuan kontrak di tahun 1991 hingga 30 tahun ke depan dan dua kali 10 tahun kemungkinan perpanjangan kembali, emas dan tembaga Freeport tidak ada hubungannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat Papua. Papua tetap propinsi termiskin di Indonesia, dengan tingkat resiko penyakit dan kematian tertinggi, dan kekerasan oleh tentara yang terbanyak di seluruh wilayah Indonesia. Freeport menyatakan telah menderita kerugian akibat berkurangnya produksi selama pemogokan minggu pertama sebesar 230.000 ton perhari, atau bernilai $AS6,7 juta, yang katanya, seharusnya, masuk menjadi pendapatan pemerintah. Tentu saja maksudnya adalah kerugian bagi para pejabat di Jakarta dan para pemegang saham Freeport, karena pendapatan yang disebutkan itu tidak pernah benar-benar turun berwujud peningkatan kesejahteraan bagi buruh-buruh PT. FI dan rakyat Papua. Sekalipun disebutkan bahwa masyarakat adat yang tinggal di sekitar areal tambang Grasberg seharusnya menerima 1 persen dari keuntungan ekstraksi tambang, namun para pemimpin masyarakat setempat menyatakan ‘dana 1%’ tersebut, yang dialirkan dari Jakarta, tidak pernah sampai ke masyarakat, dan justru menciptakan konflik dan kompetisi antar suku di sekitar. Grasberg yang merusak sungai sekitar Setiap hari operasi penambangan membuang 230.000 ton limbah batu ke sungai Aghawagon dan sungai-sungai disekitarnya. Pengeringan batuan asam—atau pembuangan air yang mengandung asam—sebanyak 360.000 – 510.000 ton per hari telah merusak dua lembah yang meliputi 4 mil (6,5Km) hingga kedalaman 300 meter. Cadangan Grasberg sebegitu besarnya hingga eksplorasinya akan menghasilkan 6 milyar ton limbah industri, dan kegiatan ini akan terus berlanjut hingga tak ada lagi nilai tukar yang bisa mereka hasilkan (Al Jazeera). Ini soal penjajahan rakyat dan buminya Bagi rakyat Papua secara keseluruhan, perjuangan menuntut apapun yang menjadi hak rakyat di Papua, telah lama menjadi perjuangan hidup-mati. Apapun yang dianggap mengganggu stabilitas bagi pengerukan kekayaan alam di Papua, maka dianggap ancaman bagi NKRI, dan oleh karena itu, tak kan ragu-ragu direpresi, dibunuh, dipenjara, diculik dan dihilangkan secara paksa. Nama-nama seperti Aristoteles Masoka, Theys Hiyo Eluay, Opinus Tabuni, dan Filep Karma adalah mereka yang tewas memasang badan atau dipenjara demi perubahan di Papua. Bahkan, pada dasarnya, perjuangan rakyat Papua melawan Freeport selalu berkaitan dengan kekuasaan ‘neokolonial’ pemerintah Indonesia, yang, menurut Amnesty Internasional, telah menyebabkan kematian lebih dari 100.000 orang (New Mathilda). Persetujuan 1.022 rakyat Papua—tak sampai 1 persen—dalam ancaman senjata tentara, pada penentuan jajak pendapat untuk bergabung ke Indonesia di tahun 1967, setelah Soeharto lebih dulu menandatangani kontrak karya puluhan tahun dengan Freeport atas Gasberg, adalah jejak sejarah pendudukan paksa pemerintah Indonesia atas tanah Papua. Upaya ini dilanjutkan dengan kontrol ketat pemerintah, lewat tangan tentara Indonesia, melalui berbagai macam operasi militer dan keamanan. Kasus Teminabuan (1966-1967), peristiwa Kebar 26 Juli 1965, Peristiwa Manokwari 28 Juli 1965 dan Operasi Militer 1965 - 1969. Kemudian peristiwa penghilangan paksa di sentani 1970, Operasi Militer di Paniai sepanjang 1969 - 1980, Operasi Militer di Jaya Wijaya dan Wamena Barat kurun 1970 – 1985 (Kontras), operasi Tumpas di tahu 1977 sebagai salah satu operasi besar yang telah membunuh lebih dari 1000 rakyat sipil oleh tentara Indonesia (Al Jazeera) dan seterusnya. Menurut Centre for Peace and Conflict Studies di Universitas Sydney Australia, apa yang terjadi di Papua Barat adalah “genosida secara perlahan”. Berbagai penembakan brutal aparat yang terjadi, dari bulan Juli hingga Agustus 2011 saja mencapai 8 kali yang tercatat KONTRAS. Belum lagi berbagai tragedy berdarah yang tak pernah jelas penyelesaiannya: Wasior dan Wamena, kasus Abepura (penyerangan terhadap asrama mahasiswa oleh Brimob), penyiksaan di Puncak Jaya, adalah sebagian kecil diantaranya.Dan hadiah dari semua tragedi tersebut justru penambahan komando teritorial tentara di Papua, dan pasukan organik serta non organik di kawasan-kawasan utama sumber keuntungan para pemodal. Pemekaran Papua melalui otonomi khusus adalah cara pemecahbelahan berikutnya antar penduduk Papua. Oleh karena itu, bila kita bertanggung jawab terhadap sejarah, maka penembakan terhadap Petrus Ayamseba dan pola-pola kekerasan aparat yang terus berlanjut di Papua, adalah bagian dari penindasan dan penjajahan pemerintah Indonesia dan kapitalis internasional terhadap rakyat Papua. Tidak lah masuk akal, bumi Papua yang kekayaan tanah dan lautnya begitu hebat, hanya memberi kemiskinan, penyakit dan keterbelakangan bagi mayoritas penduduk asli Papua. Hanya dalam situasi penjajahan lah kondisi ini masuk akal terjadi. Kita, rakyat Indonesia juga mengalami hal serupa dengan rakyat Papua: sama-sama dijajah oleh para pemodal dan korporasi internasional serta kakitangannya di dalam negeri; sama-sama menjadi kuli di negeri sendiri. Namun, berbeda dengan rakyat Indonesia di propinsi lain, rakyat Papua adalah yang termiskin, yang bila menuntut apa yang menjadi haknya dicap sebagai separatis dan sewenang-wenang dibunuh oleh tentara Indonesia. Rakyat Papua memiliki paling sedikit tenaga dokter, paling sedikit sekolah, paling sedikit pemberitaan di media, paling sedikit tenaga kaum muda yang berpendidikan tinggi, paling sedikit mendapat kesempatan di tanah Indonesia. Bahkan mahasiswa-mahasiswa Papua di tanah Jawa pun paling sulit mendapatkan tempat tinggal layak, tidak dengan leluasa bergerak sekehendak hatinya, mendapat lebih banyak sorotan mata dari masyarakat sekitarnya dan juga tentara. Dan seterusnya dan seterusnya. Mengapa rakyat Papua dibedakan di negerinya sendiri? Bukankah itu wujud penjajahan? diambil disini
Read more